Author: omahlibrary
-
08 Arsitektur Mamasa, Sulawesi Barat

Dalam sesi Perjalanan Mengenal Indonesia kali ini Arsitektur Hijau akan membagikan pengalaman ekspedisinya pada arsitektur di Mamasa yang dilakukan pada tahun 2018 silam melalui penggalian arsitektural mulai dari konteks lingkungan, budaya, tradisi membangun hingga proses membangun. Mamasa adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Barat. Kabupaten Mamasa terbagi atas beberapa desa, salah satunya adalah Desa Balla…
-
07 Eksperimentasi Arsitektur Maclaine Pont

Cerita ini berfokus, pertama, pada intervensi pemerintah Belanda dalam penataan lingkungan perkotaan di Jawa yang dibangun sebagai model pos terdepan pada masa kolonial, dan kedua, pada percobaan Maclaine Pont (1884-1971) sebagai arsitek Belanda yang karyanya mewakili budaya arsitektur kolonial Indonesia pada awal abad kedua puluh. Selama 1910-1920, terjadi wabah yang menewaskan puluhan ribu orang di…
-
06 Laika Mbuu & Laika Landa, Sulawesi Tenggara

Rumah ini berfungsi sebagai hunian/tempat tinggal dan tempat perlindungan. Berbeda dari proses berdirinya laika mbu’u yang melalui prosesi adat dan sangat dijunjung tinggi keberadaanya. Ada perbedaan konteks perihal proses pembangunan kedua rumah ini. Laika landa dahulu digunakan sebagai Rumah tinggal untuk rakyat biasa, kemudian berpindah fungsi sebagai tempat penyimpanan barang-barang pusaka atau hasil panen perkebunan…
-
05 Nggela, Nusa Tenggara Timur

Nggela merupakan salah satu dari ratusan desa adat suku Lio yang tersebar diseluruh Kabupaten Ende dan sebagian kecil Kabupaten Sikka. Berada di antara rimbunnya dataran kaki gunung Kelibara hingga tebing curam dengan pantai berbatu menjadi ciri khas dari daerah pesisir selatan Flores, menjadikan desa adat Nggela memiliki kekayaan bentang alam yang beragam dengan sumber daya…
-
04 Tarung, Nusa Tenggara Timur

Bercerita tentang ingatan peristiwa terbakarnya kampung adat Tarung-Waitabar, Sumba, Nusa Tenggara Timur pada tahun 2017 silam. Dibawah terik kering tanpa hujan, melalui padang-padang terbuka, menyusuri lembah-masuk ke dalam hutan, merupakan perjalanan yang ditempuh dalam memahami kembali akar nilai budayanya. Diatas puing-puing yang terbakar, kayu-kayu besar diletakkan, disusun dan diikat, begitu Uma di lahirkan. Kemudian, api…
-
03 Gurusina, Nusa Tenggara Timur

Di Gurusina, 26 Sa’o (Sebutan untuk rumah tradisionalnya) telah dibangun dalam waktu yang paralel antara satu dan lainnya dimana antar Sa’o hanya berjarak 1-3 meter saja. Masyarakat adat membangunan Sa’o dengan satu acuan baku, teknis, dan prinsip – prinsip yang selalu dijaga secara turun – temurun. Sedangkan prinsip utama yang selalu dijaga adalah untuk menjawab…
-
02 Lobo Ngata Toro – Sulawesi Tengah

Bangunan Lobo Ngata Toro adalah hasil daripada pemikiran-pemikiran orang tua untuk mendirikan tempat bermusyawarah. “Kalau tidak ada Lobo, bagaimana cara adat itu menemukan satu ketentuan-ketentuan yang menjadi dasar hidup manusia, sebagai pembimbing, sebagai pembina dalam berkehidupan?”, Seperti itulah masyarakat adat ngata toro memaknai Lobo. Sehingga disimpulkan bahwa tujuan berdirinya Lobo ialah tempat berlangsungnya adat, tempat…
-
01 Rumah Radakng – Kalimantan Barat

Rumah Radakng merupakan rumah tinggal bagi sebagian besar masyarakat suku Kanayatn di Kalimantan Barat. Rumah ini memiliki panjang 183 meter dengan 35 bilik dimana masing – masing bilik ditempati oleh 1 keluarga. Bentuk memanjang rumah ini terjadi secara bertahap dimana pada awalnya hanya ada 3 unit yang akhirnya berkembang seiring bertambahnya jumlah keluarga.