13 Rampa Kapis Kotabaru, Kalimantan Selatan


Mayoritas penduduk Rampa Kapis berprofesi sebagai nelayan. Rutinitas mereka banyak dihabiskan di atas sampan. Sehingga masyarakat Rampa Kapis juga dikenal sebagai ahli dalam membuat sampan. Terlepas dari cara hidupnya, masyarakat Rampa Kapis dikenal pula sebagai masyarakat heterogen karena kehidupannya berdampingan dengan suku-suku yang beragam seperti suku Bajau, suku Bugis, dan suku Jawa.

Dalam skala kawasan, antar bangunan dengan berbagai fungsinya dihubungkan oleh Titian yang terbangun dari konstruksi papan dan balok kayu ulin. Titian tersambung dengan ujung jalan setapak yang berada di daratan (sisi selatan kampung), membentang sepanjang lebih dari dua ratus meter dengan beberapa deretan rumah disepanjang sisinya.