Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia (JAAI) bersama OMAH Library menghadirkan diskursus tentang tektonika kayu melalui serial webinar Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI). Ruang diskusi ini dapat terwujud berkat dukungan dari Dana Indonesiaraya, LPDP dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Pada 28 Agustus lalu (PMI #41 – Rumah Bosar Mandiangin & Pusparagam Tektonika Arsitektur Kayu Kalimantan), diskusi ini juga menjadi momen peluncuran buku “Rumah Bosar: Karya Arsitektur Kayu Dayak Pesaguan”. Yoris Mangenda dan Sheila Nurfajrina membedah Rumah Bosar Mandiangin di Kalimantan Barat yang dibangun secara gotong-royong. Bangunan ini berdiri kokoh tanpa kuda-kuda tengah dan paku besi, integritas strukturnya mengandalkan sistem coakan, pasak, serta jepitan bambu. M. Cahyo Novianto melengkapi konteks ini dengan menelusuri jejak maritim Austronesia, memperlihatkan bagaimana evolusi sambungan kayu selaras dengan teknik perkapalan leluhur. Hal ini membuktikan kecerdasan ketukangan Nusantara sebagai living heritage.
Benang merah ini berlanjut pada 11 September (PMI #42 – Tektonika Retikulasi dan Tektonika Kuno-Kini) tentang eksplorasi material masa depan. Dani Hermawan mempresentasikan inovasi Tektonika Retikulasi bermaterialkan Glued Laminated Timber (Glulam). Pendekatan ini mengedepankan prinsip zero damage, di mana pelat baja dan mur baut difungsikan eksklusif sebagai klem penjepit tanpa perlu melukai kayu utama. Fleksibilitas bongkar-pasangnya berhasil menghadirkan sirkularitas material yang efisien. Hal ini terbukti dari kelancaran relokasi sebuah instalasi yang diubah menjadi fasilitas permanen tanpa menyisakan sampah konstruksi. Menariknya, M. Cahyo Novianto menyoroti bahwa logika klem mekanis kontemporer sejatinya berbagi prinsip dasar yang sama dengan teknik “potong-belah-ikat” masyarakat nomaden.
Di akhir diskusi, Ryadi Adityavarman mengingatkan bahwa detail sambungan adalah sebuah ekosistem yang menyeimbangkan kelenturan dan kekakuan. Secanggih apa pun teknologi materialnya, pada akhirnya semua itu harus dikendalikan untuk menemukan rumusan ruang yang paling jernih dan berdaya guna bagi kehidupan.
#DANAINDONESIARAYA #DanaAbadiKebudayaan #KementrianKebudayaan #LPDP













Leave a comment