Tentang Pengembangan Arsip Digital JAAI – Tektonika Kayu

Selamat datang di ruang arsip digital kami.

Platform ini hadir sebagai wadah untuk saling berbagi data dan arsip arsitektur. Tujuannya adalah untuk terus bergerak bersama, berkolaborasi, dan bergotong royong menggerakkan literasi, pengarsipan, pendokumentasian, serta penelitian mengenai kekayaan arsitektur Indonesia. Harapannya, catatan-catatan ini dapat menjadi pengetahuan bagi masa depan arsitektur kita, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkaya keilmuan arsitektur Indonesia.

Inisiatif ini berawal dari keinginan sederhana: merawat dan membagikan kembali catatan-catatan arsitektur yang selama ini hanya tersimpan secara fisik. Kami percaya bahwa arsip bukan sekadar tentang menyimpan masa lalu, melainkan juga menjadi ruang belajar bagi siapa saja yang ingin menelusuri bagaimana sebuah rancangan arsitektur dipikirkan dan dibangun.

Program ini merupakan kolaborasi antara Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia (JAAI) dan OMAH Library yang didukung penuh oleh hibah Dana Indonesiaraya, Kementerian Kebudayaan, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Seluruh rangkaian kerja pendokumentasian ini, mulai dari kurasi, pemindaian, pengolahan visual, hingga pelatihan tim mulai dilakukan sejak Juli 2026 dan selesai pada September 2026.

Pemindaian Arsip: Membaca Ulang Catatan Lama

Lembar-lembar ini dulunya berupa dokumen dan manuskrip fisik. Kami memindainya satu per satu agar siapapun dapat ikut membaca dan menelusurinya tanpa harus khawatir merusak dokumen aslinya.

Pengeditan & Infografis: Cerita di Balik Garis

Terkadang, membaca dokumen lama dapat menjadi tantangan tersendiri. Agar lebih nyaman dibaca dan alur informasinya lebih mudah dipahami, kami merangkum data dari arsip tersebut ke dalam bentuk infografis sederhana.

Kegiatan Mengedit Infografis

Pembuatan Gambar 3D Tektonika: Membongkar Susunan Ruang dan Struktur

Untuk membayangkan bagaimana material disusun dan saling mengikat, gambar dua dimensi saja terkadang belum cukup. Oleh karena itu, kami menyusun visualisasi 3D tektonika ini guna memperlihatkan lebih dekat logika struktur dan detail sambungannya.

Kegiatan Pengeditan 3D

Pembaruan Website & Pelatihan Tim

Selain menyajikan karya, perjalanan digitalisasi ini juga menjadi momen bagi kami untuk berbenah secara internal. Kami melakukan pembaruan pada website ini agar dapat menjadi wadah yang lebih nyaman, rapi, dan mudah diakses untuk menyimpan data-data arsitektur ke depannya.

Proses ini tidak hanya berkaitan dengan teknis website, tetapi juga tentang kapasitas pengelolanya. Tim kami mengikuti serangkaian pelatihan untuk mempelajari bagaimana merawat, mengelola, dan menyajikan arsip digital dengan lebih tepat. Program ini pada akhirnya menjadi proses belajar bersama bagi seluruh tim yang terlibat.

Kegiatan Pelatihan Website

Pengunggahan Entry ke Website 

Setelah seluruh arsip selesai dipindai dan diolah, tahapan berikutnya adalah mengunggah data-data tersebut ke dalam pangkalan data website JAAI. Langkah pengunggahan ini menjadi titik temu agar semua catatan arsitektur yang telah dirapikan benar-benar dapat diakses secara terbuka oleh publik.

Kegiatan Upload Entry ke Website

Setelah melalui seluruh proses di atas, hasil akhirnya kini telah kami himpun agar lebih mudah ditelusuri. Anda bisa langsung menjelajahi seluruh arsip yang telah didigitalkan melalui tautan-tautan di bawah ini: 

Hasil Pemindaian Arsip dan Galeri Infografis: https://jaringanarsiparsitekturindonesia.org/2026/09/25/pengembangan-arsip-digital-jaai-infografis-arsip/

Visualisasi 3D Tektonika: https://jaringanarsiparsitekturindonesia.org/2026/09/25/pengembangan-arsip-digital-jaai/

***

Seluruh arsip dan gambar di halaman ini bebas diakses dan diunduh untuk keperluan belajar, riset, maupun referensi non-komersial. Apabila dokumen ini bermanfaat untuk tulisan atau riset Anda, kami akan sangat menghargai pencantuman sumber karya dari pangkalan data ini.

Program digitalisasi ini didukung penuh oleh Dana Indonesiaraya, LPDP, dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Leave a comment